x

Sinergi Hebat, Kolaborasi Polres Beltim & Berbagai Elemen Masyarakat

6 minutes reading
Wednesday, 25 Feb 2026 09:45 1 91 BeltimNyamanBekawan

BeltimNyamanBekawan.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Belitung Timur kembali menorehkan langkah progresif dalam membangun tata kelola keamanan dan ketertiban masyarakat yang humanis dan partisipatif. Dalam suasana hangat penuh keakraban, Polres Belitung Timur menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Santai” bersama insan pers, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Warkop Bu’E, Dusun Pancor, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan informal, melainkan ruang dialog strategis yang sarat makna edukatif, inovatif, inspiratif, motivatif, konstruktif, dan informatif dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas wilayah di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Belitung Timur, Indra F. Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres KOMPOL Deddy Nuary serta jajaran Pejabat Utama Polres Beltim. Turut hadir para wartawan dari berbagai media, serta pimpinan LSM dan Ormas seperti Perwalhi, FKPLH, dan LSM Fakta. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan semangat kolaboratif lintas sektor dalam membangun daerah secara berkelanjutan.

Dialog Terbuka, Solusi Nyata

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan penuh kehangatan tersebut, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama adalah kebijakan penertiban “meja goyang” — alat pemurnian timah — yang berada di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun yang berlokasi di dekat pemukiman warga.

Kapolres menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari komitmen kuat untuk melindungi kesehatan masyarakat Belitung Timur dari potensi paparan radiasi serta dampak lingkungan yang dapat merugikan dalam jangka panjang.

“Kita fokus kepada meja goyang yang berada di dekat pemukiman, meskipun berada di dalam IUP, karena masyarakat berhak untuk hidup sehat. Berdasarkan data PT Timah, terdapat 125 meja goyang yang perlu digeser dari area pemukiman,” ujar AKBP Indra.

See also  1000 Beasiswa, Bupati Beltim Bahas Kerja Sama dengan Unsoed Purwokerto

Pernyataan tersebut menjadi pesan tegas bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Dalam konteks nasional, langkah ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan.

Kesehatan Masyarakat sebagai Prioritas

Isu radiasi dan dampak lingkungan akibat aktivitas pemurnian timah bukanlah persoalan sepele. Aktivitas yang terlalu dekat dengan pemukiman berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pendekatan yang dilakukan Polres Belitung Timur menunjukkan paradigma baru kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum semata, tetapi juga mengedepankan perlindungan hak dasar warga negara untuk hidup sehat dan aman.

Meski secara spesifik belum terdapat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur operasional meja goyang, Kapolres mengingatkan bahwa setiap aktivitas usaha tetap harus tunduk pada peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran hukum kolektif dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang tertib dan bertanggung jawab.

Peran Media dan LSM: Pilar Edukasi Publik

Dalam forum tersebut, Polres Belitung Timur juga mengajak insan pers dan LSM untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sangat strategis karena media memiliki kekuatan membentuk opini publik secara persuasif dan berimbang, sementara LSM memiliki kedekatan emosional serta pemahaman mendalam terhadap karakter sosial budaya masyarakat lokal.

“Rekan-rekan LSM didominasi oleh putra daerah yang sangat memahami karakter wilayah ini. Kami mohon bantuannya untuk mengawal aspirasi masyarakat, memberikan pesan Kamtibmas, serta menjadi mata dan telinga kami dalam memantau isu-isu terkini,” tambah Kapolres.

Pesan tersebut menggambarkan transformasi pola komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Bukan lagi hubungan satu arah, melainkan dialog dua arah yang setara dan saling menguatkan.

Dalam konteks nasional, model sinergi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Keamanan dan ketertiban bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa.

See also  Jebakan "Take or Pay" PLN ; Di Balik Kerugian & Ketergantungan Swasta

Transparansi Isu Tambang Laut

Diskusi juga menyinggung isu tambang laut yang sempat menjadi perhatian masyarakat, khususnya di kawasan Pantai Olivier. Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak PT Timah terkait aktivitas di lokasi tersebut dan kawasan itu bukanlah zona pertambangan.

Penegasan ini penting guna meredam spekulasi dan potensi disinformasi yang dapat memicu keresahan sosial. Dalam era digital, arus informasi begitu cepat menyebar, sehingga klarifikasi langsung dari pihak berwenang menjadi kunci menjaga stabilitas.

Langkah Polres Belitung Timur dalam menyampaikan informasi secara terbuka menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.

Kepolisian Humanis dan Profesional

Menutup kegiatan, AKBP Indra menegaskan komitmen Polres Belitung Timur untuk bekerja secara profesional, adil, dan transparan. Ia menyatakan pihaknya selalu terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan pelayanan kepolisian.

Sikap terbuka ini mencerminkan semangat reformasi birokrasi di tubuh Polri yang terus bertransformasi menjadi institusi modern dan dipercaya masyarakat. Kepolisian tidak lagi berdiri sebagai institusi yang eksklusif, melainkan hadir sebagai mitra strategis rakyat.

Kegiatan “Ngopi Santai” menjadi simbol pendekatan humanis dalam membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Secangkir kopi menjadi medium dialog, menjembatani perbedaan perspektif, sekaligus melahirkan solusi bersama.

Inspirasi bagi Pembangunan Daerah

Belitung Timur dikenal sebagai daerah penghasil timah yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.

Penertiban meja goyang yang berada di dekat pemukiman bukanlah langkah anti-investasi, melainkan upaya penataan agar kegiatan ekonomi tetap selaras dengan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Keseimbangan antara ekonomi, ekologi, dan sosial adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. Inilah pesan kuat yang dapat ditarik dari forum dialog tersebut.

Edukasi sebagai Kunci Perubahan

Keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat. Karena itu, pendekatan edukatif menjadi strategi utama.

See also  Prediksi Kepemimpinan Muten di Tahun 2026 ; Peluang & Tantangan

Media diharapkan menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, sementara LSM dapat melakukan pendampingan dan sosialisasi secara langsung kepada warga. Dengan demikian, kebijakan penertiban tidak dipahami sebagai pembatasan, melainkan sebagai perlindungan bersama.

Kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan dan lingkungan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Sinergi Menuju Masa Depan

Apa yang dilakukan Polres Belitung Timur menunjukkan bahwa membangun daerah bukanlah tugas satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan komitmen bersama.

Kegiatan “Ngopi Santai” membuktikan bahwa ruang dialog informal dapat menghasilkan gagasan besar. Dalam suasana santai namun penuh makna, lahir kesepahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, menata aktivitas pertambangan, dan memperkuat sinergi antar elemen bangsa.

Model komunikasi seperti ini layak direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengedepankan transparansi, partisipasi, dan edukasi, setiap persoalan dapat dikelola secara konstruktif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Harapan dan Komitmen Bersama

Ke depan, tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Namun dengan semangat kebersamaan, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang.

Polres Belitung Timur telah menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan kolaboratif mampu membangun kepercayaan publik. Dukungan media dan LSM menjadi kekuatan moral yang memperkokoh kebijakan berbasis kepentingan rakyat.

Sinergi yang terjalin dalam “Ngopi Santai” bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi fondasi gerakan bersama menjaga Belitung Timur tetap aman, sehat, dan berdaya saing.

Di tengah dinamika nasional, langkah kecil dari Dusun Pancor ini menjadi cerminan bahwa perubahan besar selalu berawal dari dialog yang tulus. Ketika aparat, media, dan masyarakat duduk bersama, solusi bukan lagi mimpi — melainkan keniscayaan.

Dengan komitmen profesional, adil, dan transparan, Polres Belitung Timur menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sebuah komitmen yang bukan hanya untuk hari ini, tetapi demi masa depan Belitung Timur yang lebih cerah, sehat, dan harmonis. | BeltimNyamanBekawan.Com | PolresBeltim | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x