x

Bupati Soal Inovasi Lokal, Visi Misi dalam Peningkatan Layanan Publik

5 minutes reading
Friday, 21 Nov 2025 16:14 1 107 BeltimNyamanBekawan

BeltimNyamanBekawan.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tengah bergerak menuju transformasi besar dalam pelayanan publik.

Dalam paparan strategisnya pada rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa inovasi lokal yang lahir dari masyarakat harus dijadikan kebijakan strategis yang dapat dipertanggungjawabkan dan berkelanjutan.

Menurut Kamarudin, keberhasilan suatu daerah dalam mengelola dan memperluas dampak positif inovasi sangat bergantung pada seberapa jauh inovasi tersebut dilembagakan dan terintegrasi dalam sistem pemerintahan.

Dalam paparannya yang bertajuk “Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam Mewujudkan Digitalisasi Pelayanan Publik dan Inovasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”, Bupati Kamarudin menekankan bahwa inovasi yang tidak terorganisasi dengan baik akan kehilangan momentum dan kesempatannya untuk berkembang.

Inovasi Lokal Belitung Timur: Dari Solusi Individu ke Kebijakan Daerah

Kamarudin memulai paparan dengan menyebutkan bahwa Belitung Timur memiliki potensi luar biasa, tercermin dari 188 inovasi yang berkembang secara organik di masyarakat pada periode 2023–2024.

Namun, ia menyoroti tantangan yang dihadapi daerah ini, yaitu banyaknya inovasi yang masih berjalan secara terpisah atau “siloed”, yang sangat tergantung pada individu penggagasnya.

“Selama ini banyak inovasi yang berjalan baik, tetapi masih bersifat terisolasi dan sangat tergantung pada individu. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam melakukan scaling-up atau memperluas implementasi inovasi ke seluruh wilayah,” kata Kamarudin.

See also  Mengapa Mundur!? Sekda Jabatan Kunci di Pemerintahan [Bag.9]

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya pembentukan kerangka kebijakan yang jelas agar inovasi tidak hanya bersifat sementara atau terbatas pada proyek tertentu. Tanpa jaminan alokasi anggaran dan sumber daya manusia yang terstruktur, inovasi-inovasi ini cenderung terhenti begitu pendanaannya selesai.

Untuk itu, Kamarudin menegaskan pentingnya Rencana Aksi Daerah (RAD) yang dapat memformalkan inovasi dan memastikan keberlanjutannya dalam jangka panjang.

“RAD ini akan menjadi jembatan formal agar inovasi yang ada bisa diterjemahkan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Kamarudin.

RAD: Mengintegrasikan Inovasi dengan Empat Pilar Prioritas Nasional

Melalui penyusunan RAD untuk periode 2025–2029, pemerintah Kabupaten Belitung Timur berusaha menyelaraskan inovasi yang ada dengan empat pilar prioritas nasional dalam bidang kesehatan, pendidikan, pangan, dan digitalisasi.

Bupati Kamarudin menjelaskan bahwa dengan RAD, inovasi akan mendapatkan kepastian sumber daya dan dukungan struktural, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Arah besar kami adalah menjadikan inovasi sebagai gerakan daerah yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Dengan RAD, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi bisa memberikan dampak yang nyata dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Inovasi Unggulan di Berbagai Sektor

Kamarudin juga mengungkapkan sejumlah inovasi unggulan yang telah diimplementasikan di Belitung Timur, yang sejalan dengan empat pilar prioritas tersebut.

See also  Kantor Staff Presiden Tinjau Lahan SMA Unggul Garuda di Belitung Timur

1. Pilar Kesehatan
Belitung Timur mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan layanan kesehatan, seperti SIE CANTIK (Skrining Calon Pengantin), KERITAK (Kesehatan Ibu Hamil), hingga *PILUS BELTIM* dan GANGAN IKAN yang memanfaatkan pangan lokal untuk pemenuhan gizi balita. Inovasi-inovasi ini berfokus pada pencegahan dan penanggulangan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

2. Pilar Pendidikan dan Digitalisasi
Di sektor pendidikan dan digitalisasi, Belitung Timur mengembangkan platform seperti CEMPEDIK (Cerdas Mendidik), KETAM LEGIT (Keterampilan Melalui Literasi Digital), SEMANGAT (Sistem Manajemen Pendidikan Akuntabel), dan LAIS (Literasi Aplikasi Inovasi Sekolah). Program-program ini dirancang untuk membangun SDM unggul dan meningkatkan literasi digital masyarakat Beltim, sebagai persiapan untuk era transformasi digital.

3. Pilar Ketahanan Pangan
Inovasi dalam sektor ketahanan pangan juga berkembang pesat, dengan program-program seperti BEBASUN, GEMPAR, dan META KODOK yang mengolah lahan pasca-tambang menjadi area pertanian produktif. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, inovasi ini berfokus pada keberlanjutan dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal.

4. Pilar Ekonomi dan Tata Kelola Digital
Di bidang ekonomi dan tata kelola digital, sejumlah inovasi seperti TRAWANG BELTIM (Transparansi Warga Beltim), SIPESPA.COM (Sistem Informasi Pencatatan Sumber Pangan), dan ekosistem digital UMKM melalui PONDOK UMKM dan PAK SATAM telah memperkuat sektor wirausaha dan meningkatkan transparansi birokrasi. Inovasi ini mempercepat transformasi digital di Belitung Timur dan mendorong efisiensi serta akuntabilitas pemerintahan.

“Transformasi digital bukan hanya soal aplikasi, tetapi tentang perubahan cara kerja dan cara melayani. Kami ingin menciptakan pemerintahan yang lebih efisien dan masyarakat yang lebih partisipatif,” tegas Kamarudin.

See also  Cegah Premanisme, Polisi dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Kunci Keberlanjutan: Sistem Monitoring dan Evaluasi

Bupati Kamarudin juga menekankan pentingnya memastikan bahwa semua inovasi dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Untuk itu, selain pengorganisasian yang lebih baik, Belitung Timur juga akan fokus pada sistem monitoring dan evaluasi yang kuat untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan hasil yang optimal.

Selain itu, ia juga menekankan perlunya payung hukum yang jelas, orkestrasi lintas sektor, serta jaminan sumber daya yang mencakup anggaran, SDM, dan teknologi untuk mendukung keberlanjutan inovasi di Belitung Timur.

“Kami akan pastikan bahwa setiap inovasi yang dilaksanakan bukan hanya satu kali proyek, tetapi menjadi bagian dari kebijakan daerah yang terstruktur, untuk jangka panjang,” tutup Kamarudin.

Belitung Timur: Menjadi Teladan dalam Transformasi Inovasi

Paparan Bupati Kamarudin Muten menegaskan komitmen Belitung Timur untuk menjadi daerah yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, melalui inovasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan kualitas pelayanan publik.

Dengan melibatkan seluruh sektor dalam proses perencanaan dan penganggaran, serta mengintegrasikan inovasi lokal dalam kebijakan daerah, Belitung Timur bertekad menjadi teladan dalam transformasi pemerintahan berbasis digital dan inovatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan fokus pada kolaborasi dan inovasi yang terstruktur, Kabupaten Belitung Timur siap menyongsong masa depan yang lebih berkemajuan, nyaman, dan berkelanjutan. | BeltimNyamanBekawan.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x