


BeltimNyamanBekawan.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar dari wajah Husniati Munani (72), satu-satunya calon jemaah umroh wanita asal Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim).

Pada hari Selasa, 23 Desember 2025 lalu, Husniati bersama dengan 13 calon jemaah lainnya mendapat kesempatan berharga untuk melaksanakan ibadah umroh gratis melalui program “Umroh Nyaman Berkah” yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), dengan dukungan penuh dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pelepasan Jemaah Umroh oleh Bupati Beltim

Pelepasan calon jemaah umroh dilakukan dengan penuh khidmat oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten, di Ruang Rapat Bupati. Acara ini merupakan simbolis dari harapan dan doa bagi jemaah yang akan menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci.

Bupati Kamarudin mengungkapkan bahwa program ini bukan hanya sekedar pemberian fasilitas, namun lebih dari itu, sebuah bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan spiritual masyarakat Beltim.
Dalam sambutannya, Bupati Kamarudin berharap agar program umroh gratis ini bisa memberikan keberkahan bagi daerah dan masyarakat Beltim.
“Semoga dengan Pemerintah Daerah memberangkatkan jamaah umroh ini, Beltim tambah sejahtera dan mendapat berkah lebih banyak lagi,” ucap Kamarudin Muten, dengan penuh harapan.
Program “Umroh Nyaman Berkah” sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Beltim, khususnya mereka yang kurang mampu, untuk melaksanakan ibadah umroh dengan nyaman dan tanpa beban biaya.

Program ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan spiritual masyarakat.
Husniati Munani: Berkah yang Tak Terduga
Bagi Husniati Munani, kesempatan berangkat umroh kali ini merupakan sebuah berkah yang tak terduga. Wanita yang pernah berprofesi sebagai guru ini mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kesempatan yang diberikan.
Husniati yang kini berusia 72 tahun, merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari rombongan jemaah umroh yang diberangkatkan pada tahun ini.
“Semoga dengan Pemerintah Daerah memberangkatkan jamaah umroh ini, Beltim tambah sejahtera dan mendapat berkah lebih banyak lagi,” ucap Husniati dengan penuh semangat, wajahnya tampak sumringah saat menerima pelepasan dari Bupati.
Bagi Husniati, perjalanan spiritual ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia sudah pernah menunaikan ibadah haji, sehingga ia merasa sudah siap dengan persiapan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah umroh.
Namun, ia tetap menyadari bahwa setiap perjalanan spiritual merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus dijalani dengan penuh ketawadhuan dan kesungguhan.
“Semua ini merupakan kehendak dari Allah SWT, walaupun kita banyak uang tapi kalau Allah belum berkehendak, tidak akan kita berangkat.
Ini panggilan kepada saya, kebetulan Pak Bupati merupakan murid saya dulu, dia teringat dengan guru yang pernah mengajarnya. Alhamdulillah semua berkah dari Allah SWT,” ujar Husniati dengan mata berkaca-kaca.
Mantan guru mata pelajaran IPS ini menambahkan, meski dirinya sudah merasa siap untuk berangkat, ia tidak akan pernah merasa takabur.
“Sampai detik ini saya sudah merasa siap, namun kita tidak boleh takabur, kita tidak tahu keadaan di sana bagaimana, semoga saya selalu sehat dan lancar menjalani ibadah,” tutupnya.
Hamzuri Maharis: Rezeki yang Tak Disangka
Cerita serupa datang dari Hamzuri Maharis (70), calon jemaah umroh asal Kecamatan Gantung yang juga terpilih dalam program umroh gratis ini. Hamzuri yang sehari-hari bekerja sebagai marbot (penjaga) di Surau Al-Mutaqin di Dusun Rasau, tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan menjadi tamu Allah SWT.
“Ini merupakan rezeki yang tak disangka. Kami yang hanya penjaga masjid, Alhamdulillah diberi Allah SWT kesempatan menjadi bagian dari tamu Allah,” ucap Hamzuri dengan penuh syukur.
Dengan penuh harapan, Hamzuri yang telah mengabdi sebagai marbot selama bertahun-tahun berharap bahwa keberkahan ini tidak hanya dirasakannya sendiri, namun bisa dirasakan juga oleh masyarakat Beltim lainnya.
Sebagai seorang ayah dari empat anak, ia mendoakan agar Allah SWT memberikan kesempatan serupa kepada siapa saja yang memiliki niat tulus untuk melaksanakan ibadah.
“Aku doakan semue mikak yang disinek bisa menyusul dan merasakan pergi beribadah seperti aku,” ujarnya, dengan nada haru.
Membangun Masyarakat yang Sejahtera
Program “Umroh Nyaman Berkah” merupakan salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Dengan menggunakan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang peduli dengan kemajuan daerah, program ini mampu memberikan peluang bagi warga yang kurang mampu untuk menjalankan ibadah tanpa beban finansial.
Bupati Kamarudin Muten berharap bahwa program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk menciptakan program-program serupa yang lebih mendekatkan masyarakat dengan kehidupan spiritual.
Menurutnya, sebuah daerah yang maju tidak hanya diukur dari segi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari bagaimana perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual warganya.
“Keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari aspek materi dan pembangunan fisik, namun juga seberapa besar perhatian kita terhadap kebutuhan spiritual masyarakat. Semoga program ini bisa menjadi contoh dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Belitung Timur,” ujar Bupati Kamarudin.
Menguatkan Spirit Keberagaman dan Kebersamaan
Selain memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh, program ini juga memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya keberagaman dan kebersamaan dalam membangun masyarakat.
Program umroh gratis ini tidak hanya ditujukan untuk individu-individu tertentu, namun juga melibatkan seluruh elemen masyarakat yang mendukung dan menghidupkan nilai-nilai gotong royong.
Bagi para jemaah yang terpilih, keberangkatan ini bukan hanya tentang melakukan perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga tentang perjalanan spiritual yang mendalam.
Setiap doa yang mereka panjatkan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, membawa harapan agar daerah mereka senantiasa diberkahi dan sejahtera.
Program “Umroh Nyaman Berkah” tidak hanya memberi kesempatan untuk beribadah, tetapi juga menginspirasi untuk lebih mengutamakan kepedulian terhadap sesama.
Keberkahan yang didapatkan dari program ini adalah hasil dari kerja keras bersama, baik itu pemerintah daerah, perusahaan yang memberikan CSR, maupun masyarakat yang saling mendukung.
Dengan adanya program ini, harapan akan terwujudnya masyarakat yang sejahtera, baik secara ekonomi maupun spiritual, semakin dekat.
Masyarakat Beltim kini bisa berharap lebih dalam menatap masa depan, dengan keyakinan bahwa setiap langkah dan usaha yang dilakukan untuk kebaikan bersama pasti akan membuahkan hasil yang berkah.
Semoga Allah SWT memberkahi langkah-langkah jemaah umroh ini, memberikan kelancaran dalam perjalanan ibadah, serta membawa keberkahan bagi Belitung Timur. | BeltimNyamanBekawan.Com | */Redaksi | *** |



3 week ago
oke