x

Mendengar Suara Petani ; Melati Berjuang untuk Petani Sawit di Tempilang

5 minutes reading
Thursday, 13 Nov 2025 21:47 1 143 BeltimNyamanBekawan

BeltimNyamanBekawan.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pernahkah Anda membayangkan bagaimana nasib petani sawit yang hidupnya terhambat oleh masalah yang tidak tampak di permukaan? Masalah yang tidak hanya terkait dengan hasil panen, tetapi juga dengan legalitas lahan, izin, dan sertifikasi yang penuh tumpang tindih.

Ini adalah realitas yang dihadapi oleh para petani sawit di Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, yang selama ini terabaikan dalam perjalanan panjang sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Melati, S.H., seorang Anggota DPR-RI asal Bangka Belitung yang dikenal peduli terhadap masalah sosial dan kesejahteraan petani, baru-baru ini menerima aspirasi dari Koperasi Bina Sejahtera Tempilang yang mengangkat isu-isu terkait pertanahan.

Pada pertemuan tersebut, petani sawit menyampaikan keluhan tentang kendala yang mereka hadapi, yang berakar pada tumpang tindih izin, lahan, dan sertifikasi yang kerap kali memperburuk kondisi mereka. “Ini bukan hanya soal lahan, ini tentang hak hidup dan masa depan ekonomi petani,” ujar Melati, yang menanggapi dengan serius keluhan para petani.

Tumpang Tindih Lahan dan Sertifikasi : Ancaman bagi Kehidupan Petani

Bagi banyak petani sawit di Tempilang, masalah tumpang tindih lahan dan ketidakjelasan izin menjadi masalah yang mempersulit kehidupan mereka. Tanpa sertifikasi lahan yang jelas dan legalitas yang sah, petani terjebak dalam situasi ketidakpastian yang membuat mereka sulit mengakses bantuan pemerintah, mendapatkan hak atas hasil bumi mereka, atau bahkan mengajukan klaim atas tanah yang mereka garap puluhan tahun lamanya.

See also  Jaga Kamtibmas, Polsek Manggar Lakukan Patroli Premanisme

Tumpang tindih izin antara lahan perkebunan rakyat dan izin dari perusahaan besar seringkali menyebabkan ketidakpastian hukum. Hal ini menyebabkan banyak petani merasa terpinggirkan dan tidak mendapat perlindungan yang semestinya.

Sementara itu, produk kelapa sawit yang mereka hasilkan setiap tahun berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, tetapi petani justru tidak merasakan dampak positif yang signifikan.

Melati, S.H. : Komitmen untuk Mengawal Perjuangan Petani

Sebagai seorang Wakil Rakyat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah hukum yang menyentuh kehidupan rakyat kecil, Melati, S.H. tidak tinggal diam.

Dia menyatakan komitmennya untuk mengawal persoalan yang dihadapi petani Tempilang hingga ke kementerian teknis, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta Kementerian Perkebunan dan Kehutanan. Langkah ini diambil dengan harapan bahwa kebun rakyat bisa kembali produktif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kehidupan petani.

“Masalah ini tidak hanya tentang tanah yang tidak teratur, tapi lebih jauh lagi tentang hak hidup petani, yang seharusnya mendapatkan akses dan perlindungan yang setara dengan sektor perkebunan besar. Kebun sawit adalah mata pencaharian mereka, dan itu harus dihargai dan dilindungi,” jelas Melati dengan tegas.

Perjuangan Koperasi Bina Sejahtera : Kolaborasi untuk Solusi

See also  Bupati Soal Inovasi Lokal, Visi Misi dalam Peningkatan Layanan Publik

Salah satu langkah konkrit yang diambil oleh Melati adalah bekerja sama dengan Koperasi Bina Sejahtera Tempilang. Koperasi ini menjadi wadah bagi para petani sawit yang ingin memperjuangkan hak-hak mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dengan pendekatan yang berbasis pada kolaborasi, koperasi ini bertujuan agar petani bisa mendapatkan bantuan hukum, pelatihan sertifikasi, dan akses terhadap pasar yang lebih adil.

Melati berpendapat bahwa penyelesaian masalah pertanahan dan sertifikasi lahan tidak dapat diselesaikan secara instan, namun ia yakin bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, masalah ini dapat diatasi dengan bijak.

Kolaborasi antara koperasi, petani, dan pihak terkait adalah kunci untuk menciptakan solusi yang tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit secara umum.

Mengarahkan Perhatian pada Kebijakan yang Berkeadilan

Salah satu langkah penting yang diambil Melati adalah mendorong agar kebijakan yang terkait dengan sektor perkebunan sawit dapat lebih berpihak kepada petani kecil.

Ini termasuk pembenahan sistem perizinan, pemetaan ulang kawasan perkebunan rakyat, serta penyederhanaan birokrasi yang seringkali menghambat upaya petani dalam memperoleh hak mereka.

Selain itu, Melati juga menekankan pentingnya pembenahan regulasi terkait sertifikasi lahan yang lebih inklusif, sehingga petani sawit bisa mendapatkan jaminan atas tanah yang mereka kelola.

Ia juga berharap agar pemerintah bisa memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada petani, seperti program pelatihan pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan akses kepada pasar yang lebih adil bagi produk sawit rakyat.

See also  Raih Posisi Runner Up, Beltim Sukses Prestasi & Pelaksanaan Kejurda XII 2025

Suara Petani sebagai Landasan Kebijakan

Melalui perjuangan ini, Melati ingin memastikan bahwa suara petani tidak hanya didengar, tetapi juga diperhitungkan dalam pembuatan kebijakan.

Menurutnya, kebijakan yang diambil harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya petani.

“Petani adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian dan perkebunan di Indonesia. Mereka harus dilindungi hak-haknya, diberi akses yang jelas dan adil, serta didorong untuk bisa berkembang lebih baik,” tambah Melati.

Masa Depan Petani Sawit : Menuntut Keadilan dan Kepastian

Bagi petani sawit di Tempilang, harapan untuk perubahan mulai terbuka lebar. Mereka bukan hanya menunggu belas kasihan, tetapi berjuang untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima.

Dengan dukungan dari Melati, Koperasi Bina Sejahtera, serta upaya bersama untuk memperbaiki regulasi dan kebijakan, masa depan petani sawit di Tempilang bisa menjadi lebih cerah.

Namun, perjalanan ini masih panjang. Petani sawit harus terus memperjuangkan hak-haknya, dan suara mereka harus sampai ke meja kebijakan.

Hanya dengan upaya bersama antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta, Indonesia bisa mewujudkan sektor perkebunan yang lebih berkeadilan dan mendukung kesejahteraan petani, yang merupakan pilar penting dalam perekonomian negara. | BeltimNyamanBekawan.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x